Sebuah Risalah Ishlah

Bismillahirrahmanirrahiem
Hanya kepada Allah semata kita layak meminta ampun, dan hany kepad Allah sahaja kita meminta perlindungan dari segala aib dan cela diri. dan karena sebuah kesadaran diri yang mengalir diantara sumsum jiwa yang terbelengu nafsu dan kelalaian serta kealfaan jiwa, risalah ishlah ini kusampaikan.

berawal dari sebuah diskusi kecil berujung kepada sebuah postingan isi diskusi saya dengan seorang al-akh via pesan singkat di blog

http://suara01.wordpress.com/

milik sang al-akh tersebut Fajar Agustanto, dan belakangan peristiwa tersebut membuat seorang teman saya mengirimkan pesan singkat dan minta bertemu dengan saya. dan mengalirlah sebuah tausiyah yang menohok dan menghimpit kepiluan hati. bahwa saya telah melakukan sebuah kesalahan besar."sangat BESAR akhi..! ini FITNAH terhadap dakwah" begitulah kata teman saya.

maka menangislah hati saya, tersadarlah saya bahwa selama ini kemunafikan, kebodohan dan kelalaian ada dipihak saya, mendukung dan mensuport kejahiliyahan saya. sehingga tertawalah musuh - mush Islam melihat pertikaian ini. Astagfirullah

Berangkat dari kesadaran tersebut, melaui blog saya ini, maka saya pertama memohon ampun kepad Allah SWT atas kebodohan tersebut, kedua saya memohon keikhlasan penulis blog suara01, untuk ikhlas memaafkan kelalaian dan kelapaan saya, sehingga tunailah hak-hak adami yang harus saya tyunaikan yaitu memohon maaf kepada sesama. terakhir tentu saya memohon kepada semua ummat Islam yang merasa terdzalimi dengan adanya peristiwa ini. semoga tidak terulang lagi untuk yang kedua kalinya. InsyaAllah amien.

maka dengan ini saya hapus juga postingan hak jawab saya terhadap blog al-akh tersebut mudah-mudahan berkenan.

“ Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang membersihkan diri “ (Surah al-Baqarah : 222).

demikian risalah ini saya tuliskan. mudah-mudahan setelah ini tidak ada lagi yang terdzalimi.

Allahumma Arinal haqo-haqo warzuknat tiba'ah, Wa arinal bathila-bathila Warzuknaz tinabah.
Yaa Allah Saksikanlah Aku sudah menyampaikan..!

Akhukum Fillah
Ruyatna


MENDUKUNG DAN MENJEGAL

Lahirnya berbagai pergerakan dakwah tidak terlepas dari ijtihad masing masing gerakan Tentu hal ini didasarkan kepada pemahaman akan pentingnya menegakkan kembali daulah Islamiyah dalam sebuah sistem kekhilafahan berdasarkan manhaj kenabian sehingga tidak ada lagi fitnah di muka bumi ini.


Berbagai gerakan yang muncul tentu memiliki cara dan corak pemikiran baik secara tekstual maupun kontekstual yang berbeda dari berbagai sisi, terutama bagaimana cara mengembalikan kejayaan islam tersebut, pola pembinaan kader-kadernya, bagaimana tahapan terjun dimasyarakat, sampai bagaimana cara memandang sebuah sistem diluar Islam dan lain sebagainya

Perbedaan pemikiran dan pemahaman ini sering berujung kepada dua sikap yang kontradiktif yang disebut oleh Syaikh Fathi Yakan dalam kitabnya Musykilat ad-Dakwah wa ad-Da’iyyah (kitab ini diterjemahkan oleh penerbit Era Intermedia tahun 2005 menjadi Problematika dakwah dan para Da’I) yaitu sikap saling mendukung dan menjegal ( Takaamul wa Ta’aakul) dan fenomena mengkhawatirkan ini yang menyebabkan pergerakan-pergerakan Islam belum mampu mewujudkan tujuan utama yaitu mendirikan Daulah Islam dan menghadirkan kehidupan Islami.

Fenomena takaamul dan ta’aakul ini tidak hanya terjadi antar gerakan Islam secara eksternal saja. Tapi internal dalam jamaah gerakan dakwah itu sendiri sering tidak dapat dihindari. Dan itu memang sunnatullah perbedaan selalu muncul akibat cara pandang yang berbeda diantara kader dalam jamaah gerakan (baik pemimpin maupun bawahan, Qiyadah atau jundiyah).Inilah yang dibahas dan menjadi fokus pembahasan Syaikh Fathi Yakan dalam bagian mendukung dan menjegal tersebut

Mengapa hal ini terjadi.? Berbagai pendapat menyebutkan Pertama: hal tersebut adalah sunnatullah yang pasti terjadi memang antara yang haq dan bathil akan selalu bertentangan (as-shira bainal haq wal bathil). Kedua: buruknya situasi umat Islam diberbagai aspek kehidupan di penghujung runtuhnya khilafah Islamiyah serta akibat konspirasi jahat kekuatan global .Ketiga : kurangnya sumberdaya manusia (SDM), manajemen dan dana yang dimiliki oleh gerakan dakwah tersebut.

Namun menurut syaikh Fathi Yakan asbab-asbab tersebut bukanlah merupakan faktor utama penyebab sikap takaamul dan ta’aakul bahkan beliau berbeda pandangan bahkan cenderung tidak sepakat dengan sebagian pendapat tersebut. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa penyakit tersebut lebih banyak menggerogoti gerakan dakwah itu sendiri secara internal dan tampak pada perseteruan ideologi dan clash antara pemimpin dan anggotanya, hilangnya ketaatan dikalangan aktifis dan hilangnya kepatuhan dikalangan militer, hilangnya rasa tanggung jwab semua pihak dalam gerakan, hilangnya semangat spiritual, sikap mengambil yang mudah dan ringan tapi mengqabaikan urusan yang lebih besar dan berat. Akibatnya konsep menjadi kabur, garis perjuangan menjadi tidak jelas, aktifitas lemah dan terputus-putus tidak ada kontinuitas dan keteguhan., Beliau kemudian mengutip pernyataan Abu al-Hasan an-Nadwa “Barisan menjadi kacau balau dan goncang. Hati menjadi kaku dan membatu. Tidak ada kehangatan dan kerinduan didalamnya”

Namun sebagai tawaran normatif sebagai terapi mengatasi penyakit tersebut adalah antara lain dengan tarbiyah atau pembinaan yang memenuhi syarat sehingga mampu melahirkan kepribadian Islam yang melepaskan diri secara total dari kejahiliyahan, komitmen dan menjadikan Islam sebagai sumber hukum dan barometer dalam bertindak serta jihad fii sabilillah menegakkan Islam.

Karena akar utamanya adalah tarbiyah, maka agar dapat memikul tanggung jawab yang besar menegakkan kembali daulah Islam pergerakan dakwah harus mempu meninjau kembali terhadap pandangan manajemen internal di dalam tubuh gerakan tersebut , manhaj pembinaan, tujuan dan sarana prasana aktifitas gerakannya,

Ya Allah, munculkanlah di tengah ummat ini suatu generasi yang Engkau cintai mereka dan merekapun mencintaiMu. Berlaku lemah-lembut kepada sesama orang beriman dan berlaku tegas/keras kepada kaum kafir. Mereka berjihad di jalanMu tanpa rasa takut akan celaan kalangan yang suka mencela.Amin ya Rabb.

Ya Allah saksikanlah aku sudah menyampaikan.



BUBARKAN AHMADIYAH SEGERA...!!!

DENGAR DAN SAKSIKAN....!!!


Kewajiban pemimpin menurut Imam al-Mawardi dalam kitabnya al-Ahkam as-Sulthaniyah dan di sepakati oleh ijma' para ulama antara lain disebutkan; menjaga Agama Allah dari penyimpangan dan kesesatan pembuat bid'ah sesuai ijma para Ulama serta menegakkan hukum-hukum Allah supaya Agama Allah dan hak-hak ummat dapat terjaga.

Maka berangkat dari pemikiran tersebut. Kami menghimbau kepada pemerintah, anggota dewan "terhormat", partai politik Islam dan organisasi terkait,untuk menyatakan sikap

"BUBARKAN SEGERA AHMADIYAH DAN ALIRAN-ALIRAN SESAT DI NEGERI INI"

Dan kepada anda para pejuang dan komprador demokrasi dari para politisi muslim sekalipun. apapun warna dan ideologi partai anda, jangan coba-coba melindungi mereka atas nama HAM, kebebasan, demokrasi atau apapun juga. kalau anda mencoba melindungi bahkan menghalangi pembubaran Ahmadiyah dan aliran sesat di negeri ini, ulangi syahadat anda. Wallahu 'alam




Template by - Abdul Munir - 2008